Kisah Inspiratif 5 Pendiri Startup Indonesia


Kisah Inspiratif 5 Pendiri Startup Indonesia yang Sukses di Usia Muda

Startup adalah perusahaan yang baru merintis dan masih dalam fase pengembangan dan penelitian agar menemukan pasar yang tepat. Namun, dibalik perusahaan Startup, ada kisah inspiratif dari pendiri untuk mengembangkan perusahaannya. Berikut lima pendiri Startup Indonesia yang sukses di dunia internasional:

1. Ferry Unardi (Traveloka)

Pendiri Traveloka ini pernah berkarya sebagai software engineer di Microsoft, Seattle, Amerika Serikat. Sebelumnya, ia merasa bosan dengan pekerjaannya, lalu ia terbang ke Cina untuk mencari ide baru dan hasil idenya ternyata mengarah di bidang industri travel dan penerbangan. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah mengambil S2 di Harvard University jurusan Bisnis. Dari situ, ia mulai tertarik membangun Startup di bidang mesin pencari tiket pesawat, menilik pengalamannya dalam memesan tiket Amerika – Indonesia yang sangat sulit didapatkan. Ferry mengembangkan mesin pencari tiket pesawat dengan teknologi yang lebih modern, fleksibel dan praktis yaitu Traveloka.

Traveloka didirikan pada 2012 oleh tiga orang, yakni Ferry Unardi, Albert. S, dan Derianto Kusuma. Selain untuk memesan tiket pesawat, Traveloka juga dapat memesan kamar hotel dan fitur lainnya. Traveloka telah diunduh hingga 17 juta pengguna pada 2017. Layanan Traveloka dapat diakses di negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

2. William Tanuwijaya (Tokopedia)

William Tanuwijaya lahir pada 11 November 1981 di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Ia merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Bina Nusantara jurusan Informatika. Semasa kuliah, ia bekerja sebagai penjaga warnet. Dari pekerjaan tersebut, ia memiliki impian untuk mendirikan perusahaan sendiri di bidang dunia virtual. Ia semakin mahir dalam mengakses dan mengoperasionalkan internet hingga seringkali dimintai tolong orang untuk membuatkan laman toko online. Hal inilah yang memunculkan ide baru untuk membuat situs jual beli online dengan konsep Marketplace yang terpercaya dan praktis.

Pada 2009, William mendirikan Tokopedia bersama temannya Leontinus Alpha Edison. Perusahaan Startup yang berstatus unicorn (perusahaan besar dengan nilai valuasi yang mencapai USD 1 miliar) ini memiliki valuasi hingga USD 7 miliar atau Rp101 triliun. Dengan hasil kerja keras dan usahanya, Tokopedia dikenal sampai ke Asia Tenggara. Tokopedia juga terpilih sebagai Marketeers of the Year pada Markplus Conference 2015 yang digelar Markplus Inc. serta Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award pada Mei 2016. William memiliki kekayaan sebesar USD 130 juta atau setara dengan 1,8 triliun rupiah. Menurut Majalah Globe Asia, ia menempati posisi 148 dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

3. Amanda Susanti (Sayurbox)

Berawal dari Amanda kuliah sekaligus bekerja sampingan. Ia memiliki kebun dan seringkali mengamati setiap menjual sayur mayurnya, ada saja masalah dalam proses distribusi dari petani untuk ke pasar. Para petani tidak memiliki akses untuk ke pasar membawa sayur mayurnya. Dari sinilah, ia melihat peluang dan muncul ide baru untuk mendirikan Sayurbox. Startup ini menyediakan jasa jual dan antar bahan pokok makanan. Semakin majunya Sayurbox, cakupan dari perusahaan ini semakin luas. Sayurbox kini membuka kerja sama dengan ribuan mitra petani. Amanda menjamin stabilitas order pun meningkat signifikan

Lebih bangganya lagi, ia masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 kategori Industry, Manufacturing & Energy 2019. Amanda memiliki prinsip, untuk memulai usaha haruslah percaya diri, terus belajar dan berusaha, serta memiliki mindset yang terbuka. Intinya, usaha tidak mengkhianati hasil.

4. Fajar Budiprasetyo (HappyFresh)

Fajar Budiprasetyo lulus dari Ohio University jurusan Computer Science pada 2001. Setelah lulus, ia bekerja di perusahaan online di Amerika. Dari situ, ia mulai tertarik pada industri bisnis. Usaha demi usaha ia lakukan, namun gagal sampai ketiga kalinya. Sampai akhirnya, ia mencoba lagi dengan mendirikan usaha bersama temannya Markus Bihler di sebuah platform online groceries, HappyFresh. Dengan berjalannya waktu, HappyFresh mendapatkan investasi sebesar 171 miliar rupiah dari beberapa investor. HappyFresh pertama kali beroperasi pada 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia. Lalu, berkembang hingga 2015 di Indonesia. HappyFresh juga beroperasi di negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina serta berhasil mempekerjakan jutaan shopper dan driver.

5. Jonathan Sudharta (Halodoc)

Pria lulusan Curtin University di Australia ini memiliki rekam jejak di dunia medis selama 14 tahun. Sampai akhirnya, Jonathan pernah menjabat sebagai commercial director dan business development director di Mensa Group, perusahaan penjual alat medis.

Untuk memulai usaha, sangat susah dalam membangun kepercayaan oleh konsumen maupun klien. Namun, ia tetap kerja keras dan usaha untuk mencapai tujuan. Dari situlah, ia menemukan passion untuk membantu melayani kesehatan banyak orang. Pada 2016, Halodoc resmi didirikan melalui aplikasi untuk dapat menghubungkan pasien dengan para dokter ahli, tanpa harus bertemu secara langsung. Halodoc juga menyediakan fitur pemesanan obat yang dapat diantar langsung ke rumah pasien.

Nah, itulah lima pendiri Startup Indonesia yang sukses bahkan merambah mancanegara. Bagi yang tertarik untuk memulai usaha, tetap semangat dan terus berusaha ya!

Sumber : kemendikbudristek (itjen.kemdikbud.go.id)